Miris, 23 Karyawan Bank Rugi Rp 17 M dalam Trading Forex

Panji Permana telah menjadi trader Forex selama 17 tahun. Dia sudah lama bergabung dengan program perdagangan Forex. Termasuk Insta Forex, XM, Proinsta dan Okta FX.

Dengan keterampilan seorang trader, ia mencari investor untuk menghasilkan keuntungan besar. Panji menjanjikan investornya pengembalian 5% setiap bulan atas uang yang dikelolanya melalui trading Forex.

Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya menyatakan bahwa Panji mendirikan Manajemen Raga pada tahun 2014. Perusahaan itu ternyata tidak memiliki karyawan dan bukan merupakan badan hukum. Pada tahun yang sama, Terdakwa Panji dipekerjakan oleh bank negara dan dia bekerja sebagai analis kredit.

Dia mengambil kesempatan untuk mengundang para karyawan untuk berpartisipasi dalam perdagangan Forex dengan pengembalian 5% dari uang yang diinvestasikan.

“Terdakwa mengajak teman-teman tergugat dari pihak bank untuk ikut serta dalam perdagangan Valas di bawah naungan Manajemen Raga, dan ini benar-benar dilakukan oleh terdakwa,” kata kuasa hokum dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri Surabaya.

Berkat posisinya di bank dan keuntungan yang dijanjikan, rekan-rekan dan karyawan bank tertarik untuk ikut berinvestasi. Selain itu, Panji memaparkan keuntungan yang nanti akan diperoleh para investor di bank tempatnya bekerja cukup besar.

TRENDING :   Cara Trading Saham Secara Online dengan Bijak dan Aman

Juga, dalam kasus ini, ia menjanjikan akan bertanggung jawab untuk membayar keuntungan untuk setiap investor.

Panji juga membuat situs trading dengan lima broker, masing-masing dengan 10 hingga 15 akun, agar lebih dipercaya. Di situs tersebut menjelaskan bahwa investasi perdagangan tidak selalu menguntungkan. Ada saat-saat ketika Anda gagal.

Namun, terdakwa meyakinkan bahwa ia akan menanggung semua kerugian untuk rekan-rekannya ketika ikut berinvestasi.

Akhirnya, 23 karyawan bank berinvestasi dalam trading Forex dengan nilai investasi Rp 17 miliar melalui terdakwa Panji. Tergugat meyakinkan para investor dengan atas nama Raga Manajemen agar lebih kredibel, padahal perusahaan itu fiktif.

Kenyataannya sebagian dari pembayaran itu untuk membeli rumah dan mobil di kompleks perumahan eksklusif di Sidoarjo.

“Untuk membujuk para korban, terdakwa menjalani gaya hidup mewah dengan uang investor, membeli aset berupa rumah, mobil dan motor besar, dan dianggap trader sukses dalam bisnis perdagangan Valas,” kata Jaksa.

Namun, setelah investasi yang lama, karyawan bank tidak bisa mendapatkan keuntungan yang dijanjikan oleh terdakwa.

TRENDING :   5 Aplikasi Trading Saham Terbaik

Bahkan, mereka telah berinvestasi hingga ratusan juta. Misalnya, Nuri Estatica Rp 750 juta, Anita Nurmalasari Rp 200 juta, Febri Nugroho Rp 150 juta dan Erik Asih Rp 100 juta.

Panji membenarkan pernyataan mantan rekannya itu. Rp 17 miliar yang diinvestasikan di dalamnya dihabiskan untuk trading.

Namun dia mengakui bahwa dia kehilangan dan tidak punya apa-apa lagi dari uangnya karena  ada yang dia gunakan untuk membeli rumah, kata Panji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *