Info Bisnis : Saham Bukalapak Naik dan Sangat Diminati

Bahlil Lahadiyah menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7,07 persen didasarkan pada permintaan investor terhadap saham Bukalapak.

Sementara itu, OJK akan memperpanjang restrukturisasi pinjaman hingga Maret 2022 dan akan meninggalkan Bursa Efek Indonesia Bentoel Internasional Investama.

1. Bukalapak masih bertanya-tanya kenapa investor begitu tertarik dengan ARA untuk saham PUBLIC?

Saham PT Bukalapak.com Tbk atau Bukalapak naik tepat setelah disebutkan secara resmi di pasar modal pada Jumat, 6 Agustus 2021. Harga saham emiten berkode OPEN itu langsung naik 24,71% menjadi Rp1.060 per saham, sehingga otomatis terkena penolakan atau pembatasan ARA.

Jumlah saham yang terjual mencapai 521,38 juta lembar saham senilai Rp 552,66 miliar. Saham tersebut juga diperdagangkan 4.235 kali.

Tercatat Bukalapak yang tercatat dalam prospektus masih merugi Rp 323,805 miliar pada kuartal I 2021. Namun, jumlah kerugiannya menurun dari Rp 393,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selain antusiasmenya, Bhima mengatakan tingginya minat investor terhadap saham Bukalapak disebabkan banyaknya investor kelas menengah dan atas yang mencari aset yang tumbuh cepat di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan publik atau PPKM Level 4. Hal ini disebabkan fakta bahwa banyak sektor usaha di saat ini menderita stroke.

TRENDING :   5 Langkah Menuju Bisnis Internet yang Sukses

2. OJK akan memperpanjang restrukturisasi pinjaman hingga Maret 2022.

Vimbo Santoso, Ketua Kantor Jasa Keuangan (OJK), mengatakan OJK akan memperpanjang restrukturisasi pinjaman hingga Maret 2022.

Ia menjelaskan apa yang akan dibicarakan dengan industri perbankan, yakni jangka waktu perpanjangan, waktu mulai, dan bagaimana industri berhak menangguhkan penyisihan penghapusan (PPAP).

Hal yang sama ia lakukan pada tahun lalu ketika pihaknya ingin melakukan penyesuaian tambahan pada restrukturisasi pinjaman dengan perbankan.

Ia berharap pada tahun ini proses pembahasan aturan restrukturisasi kredit dapat dilakukan lebih cepat sehingga dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.

 

3. Bentoel telah bersiap untuk meninggalkan bursa setelah listing sejak tahun 1990.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau membekukan saham emiten rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA) aktif di semua pasar hari ini, memulai sesi perdagangan pertamanya pada hari Jumat 6 Agustus 2021.

Direktur Bentoel Internasional Investama Faisal Saif mengatakan, penghentian sementara saham tersebut terkait dengan rencana perseroan mengubah statusnya menjadi ditutup atau diprivatisasi.

TRENDING :   Erick Thohir Siapkan Pendanaan untuk Startup Lokal

“Perseroan juga akan melakukan delisting pada 5 Agustus 2021 dan menyelesaikan proses lelang,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat, 6 Agustus 2021.

Faisal mengatakan penghentian sementara perdagangan saham tidak berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan, peraturan perundang-undangan, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha.

Menurut rencana, RMBA secara terpisah akan mengungkapkan informasi terkait privatisasi dan rencana delisting, sesuai dengan ketentuan hukum terkait.

4. Minta pantang menyerah dengan pertumbuhan 7,07 persen, itu seperti olimpiade.
Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi 7,07 persen pada kuartal II tahun 2021 tidak boleh dianggap remeh.

Bahlil mengatakan keberhasilan ini bukanlah keberhasilan pamungkas atau final dibandingkan dengan Olimpiade. Namun keberhasilan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2021 bisa menjadi potret ke semifinal dan final.

Hipmi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tahunan 7,07% pada kuartal II 2021 harus dilihat secara berbeda. Pertama, pertumbuhan ekonomi positif di negara-negara mitra dagang seperti Korea Selatan, Uni Eropa, China, Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *